Kuliah Studi Agama-agama itu…??
Tanpa terasa Cepat sekali Waktu itu berlalu. Rasanya baru kemarin jadi MABA (Mahasiswa Baru) Jurusan Agama Islam Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta Tahun 2010, sekarang sudah menjadi mahasiswa tingkat akhir saja yang disibukan dengan mencari masalah yang nantinya bisa judul buat Skripsi.. Yahh Skripsi yang notabene tugas berat untuk menyandang titel Sarjana.
Untuk menjadi seorang sarjana tidaklah Mudah. Banyak proses yang harus saya jalani. Dari mulai penyesuaian pada lingkungan yang baru dan Satu demi satu mata kuliah harus kita selesaikan baik suka ataupun tidak. Nah, berbicara tentang mata kuliah yang sudah saya tempuh.. ada satu mata kuliah yang sangat saya sukai disemester 6 lalu yaitu mata kuliah Studi Agama-agama oleh Dr. Noor Rachmat, M.A seorang dosen sekaligus Kepala Jurusan Ilmu Agama Islam. Dalam mata kuliah Studi Agama-Agama Pak Noor begitu sapaan Akrab kami, tidak terlalu banyak memberikan banyak teori seperti kebanyakan Mata Kuliah Lainnya. Studi agama-agama merupakan suau ilmu pengetahuan yang mempelajari agama-agama. Dalam mata kuliah tersebut Beliau hanya dua kali pertemuan menjelaskan tentang teori-teori bagaimana masuknya agama-agama ke Indonesia, konsep surga dan neraka, ajaran-ajaran yang dibawa, konsep tentang hari kiamat, dan kitab suci. Kami dibuat penasaran dengan pertanyaan-peertanyaan seputar agama-agama yang telah beliau jelaskan. Dan Setelah itu, beliau memberikan waktu kami selama dua minggu untuk obeservasi ke tempat-tempat ibadah agama-agama untuk mendapatkan validitas dari apa yang telah beliau jelaskan berdasarkan kelompok yang telah ditentukan.
Saya mendapat teman kelompok yang sangat asyik sehingga kami bisa kompak melakukan observasi yaitu Arum, Shafira, Reni Cahaya, Zulfikar dan Muarief. Kami tak mengulur waktu untuk segera melakukan obeservasi. Tempat ibadah yang kami obeservasi adalah Pura Aditya jaya, Wihara Tri Ratna, Gereja Bala Keselamatan, Klenteng Kim Tek Ie atau biasa dikenal sebagai Vihara Dharma Bhakti dan Masjid Ahmadiyah Jakarta Pusat. Awalnya kami merasa sangat takut para pengurus tempat-tempat ibadah yang kami datangi. Tetapi ternyata kami disambut dengan begitu hangat oleh mereka.
Kami menayakan seputar apa yang telah dijelaskan oleh dosen kami sebelumnya. Ternyata data dari apa yang kita peroleh dari hasil observasi tidak jauh berbeda dengan apa yang dosen kami jelaskkan. Dan sebenarnya apa yang diajarkan oleh semua agama pada dasarnya sama yaitu mengajarkan kebaikan dan sangat tidak menganjurkan keburukan. Bisa diibaratkan seperti ketika hendak mendaki gunung, meskipun tempatnya kita memulai pendakian berbeda namun tujuannya tetap puncak yang sama. Begitupun dalam beragama, meskipun agama kita berbeda tetapi tujuannya adalah Tuhan yang Maha Esa.
Inilah aksi kami saat observasi di tempat ibadah agama-agama diindonesia..

Ternyata belajar Studi Agama-agama dengan observasi dan praktek langsung itu sangat menyenangkan dan jauh lebih bisa dipahami..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar